Parahita tak pupus oleh Lupus, Parahita semangat terus!!!

Minggu, 05 April 2015

Jangan Pernah Sepelekan Nyeri

Siang ini, 5 April 2015, berlokasi di Gedung Al-Qonaah Merjosari Barat Malang, Parahita melaksanakan kegiatan sosialisasi Lupus ke-4 dalam rangka pengabdian masyarakat di kota Malang. Acara tersebut dihadiri oleh 43 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan karang taruna RW 10 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. 

Meskipun hari sangat  terik, para peserta sangat antusias mengikuti serangkaian acara yang dimulai pada jam 09.00 hingga 12.00. Dimulai dengan pembukaan acara oleh ibu ketua RW, dilanjutkan perkenalan Parahita oleh Ibu Lusia, dan disambung oleh penjelasan Lupus oleh kader Odapus kita Elvira dan Ibu Narti. Setelah Elvira dan Ibu Narti menjelaskan materi Lupus, dr. Dikara sebagai pendamping Parahita menambahkan penjelasan tentang apa itu Lupus.

"Menurut bahasa saya, kalau saya menjelaskan Lupus pada pasien-pasien saya, Lupus itu adalah suatu penyakit penghianatan. Kenapa saya menyebutnya suatu penghianatan? seperti penjelasan yang kita dengar dari mbak Elvira dan Ibu Narti tadi, Lupus adalah penyakit di mana tentara tubuh yang harusnya melindungi tubuh kita dari serangan bakteri virus, malah menghianati kita, yaitu dengan menyerang tubuh kita." buka dr. Dikara saat menjelaskan Lupus kepada masyarakat awam di Gedung Al-Qonaah tersebut. "Lalu apa yang menyebabkannya? iya, ibu-ibu sudah pernah ya memasak sop? nah kita tahu ya bahwa sop itu bahannya macem-macem, ada wortel, kentang, dsb. lalu apakan jika kita memasak kentang saja masakannya bisa disebut sebagai sop? tidak bisa. demikian pula dengan Lupus, penyebab Lupus hingga saat ini masih belum ditemukan dengan pasti. Tadi sudah dijelaskan ya bahwa faktor genetik, hormon, dan lingkungan dapat berperan dalam timbulnya Lupus. namun apakah jika orang yang punya genetik Lupus bisa terkena Lupus? jawabannya tidak, seperti logika kita masak sop tadi"

Sebelum sesi tanya jawab, Ibu Lusia mencairkan suasana kuliah singkat pada siang ini dengan memperkenalkan Odapus-Odapus Parahita, "Bagaimana ibu-ibu, bingung dengan materi yang disampaikan tadi? supaya lebih paham seperti apa itu Lupus, mari kita dengarkan beberapa testimoni dari Odapus-Odapus kami. di sini ada ibu miftah yang mengalami Lupus kategori ringan, kemudian ada Ibu Endang yang mengalami Lupus kategori berat." jelas ibu Lusia yang kemudian dilanjutkan dengan cerita Ibu Miftah dan Ibu Endang tentang riwayat perjuangannya melawan Lupus, "Nah itu tadi kita dengar cerita dari para ibu-ibu. Lalu bagaimana jika Lupus itu menyerang anak remaja? di sini kami juga menghadirkan Alona dan Mbak Elvira. Nah Alona ini mengalami Lupus yang termasuk dalam kategori berat, Lupusnya menyerang ginjal, limpa, bahkan otak, sehingga Alona sempat mengalami kehilangan memeori jangka pendek waktu itu. Demikian juga dengan mbak Elvira ini, ia juga sempat lumpuh dan kritis di rumah sakit yang katanya sampai hilang dan jalan-jalan entah di mana. nah supaya lebih jelas mari kita dengarkan penjelasan dari yang bersangkutan, monggo"

Para peserta begitu khusyuk mendengarkan penjelasan Parahita siang ini. Beberapa pertanyaan unik muncul dan menghidupkan suasana sosialisasi hari ini. "Ada kriteria khusus dalam menentukan apakah seseorang didiagnosa Lupus, sekali lagi seperti saat kita memasak sop tadi. harus ada kentangnya, wortelnya, kuahnya, dan sebagainya. demikian juga dengan Lupus. Dari beberapa testimoni tadi, gejala apa yang paling sering muncul pada pasien Lupus?" tanya dr. Dikara pada peserta sosialisasi. dan para peserta serentak menjawab "nyeri". "Benar sekali, jadi jangan pernah sepelekan nyeri. Lalu gejala apa lagi yang sering muncul?" demikian seterusnya suasana tanya jawab antara ibu-ibu PKK dan Parahita yang didampingi oleh dokter dari Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam RSSA. Jika ditemukan nyeri, mudah lelah, ruam-ruam di kulit, dan beberapa kriteria positif yang sesuai dengan yang ada di Periksa Lupus Sendiri (Saluri) pada orang-orang di sekitar anda, harap segera diperiksakan ke dokter supaya segera mendapat penanganan lebih dini dan cepat. Caranya adalah dengan pergi ke Puskesmas dan periksa darah lengkap. jika hasil pemeriksaan menunjukkan Hb rendah, trombosit rendah, atau leukosit rendah maka pasien bisa meminta dokter untuk diperiksakan autoimun, seperti ANA tes dan Anti ds-DNA, sehingga dapat diketahui apakah pasien tersebut terkena Lupus.

Tak terasa sudah 4 jam lamanya tanya jawab berlangsung. Di penghunjung acara, salah satu perwakilan dari peserta sosialisasi hari ini, Ibu Idha, menyampaikan terima kasih kepada Parahita telah membagikan ilmunya hari ini. "Saya merinding saat mendengar cerita beberapa Odapus tadi. saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya, biasanya kami sakit flu aja sakitnya bukan main, apalagi menghadapi sakit seperti Lupus ini. yang ingin saya tanyakan di sini adalah, bagaimana perasaan Odapus-Odapus di sini saat pertama kali diberitahu terkena Lupus dan bagaimana kiat-kiatnya dalam melawan sakit yang dirasakan hingga cantik-cantik seperti sekarang?" tanya ibu Idha.

Satu per satu Odapus menjelaskan bagaimana semangatnya dalam menghadapi Lupus, yang intinya dari mayoritas Odapus dan pendamping mengemukakan, bahwa dalam menghadapi Lupus itu ada dua kunci utamanya, yang pertama adalah semangat dari dalam diri Odapus sendiri, selalu berpikiran positif bahwa saya bisa menghadapinya, dan yang kedua adalah semangat dari pendamping, dalam hal ini adalah keluarga, sahabat, dan supporting group seperti Parahita. Dengan demikian, para Odapus dapat terus survive dan menjalankan aktivitas layaknya orang-orang sehat pada umumnya.

"Terima kasih Parahita, acara hari ini benar-benar luar biasa. Kami telah mendapatkan banyak pengetahuan dan pelajaran berharga, tidak mudah memberikan semangat kepada orang lain, namun para Odapus di sini telah memberikan semangat pada kami semua. salut buat Odapus, luar biasa semangatnya,,, luar biasa kesabarannya, semoga Allah senantiasa memberikan barokahnya" testimoni dari Ibu Idha di akhir kegiatan Parahita hari ini.

Demikian serangkaian acara pengabdian masyarakat dalam rangka mengenalkan Lupus kepada masyarakat awam. Harapannya dengan dilaksanakan acara ini, masyarakat lebih mengenal Lupus, lebih waspada saat ditemukan tanda gejala Lupus, sehingga Lupus lebih cepat ditangani dan kerusakan organ yang lebih lanjut sebagai komplikasinya dapat segera diminimalisir. Tetap semangat Odapus dan tebarkan semangatmu pada orang-orang di sekitarmu. Parahita tak pupus oleh Lupus, Parahita semangat terus! :D



Dokumentasi kegiatan Sosialisasi Lupus oleh Parahita tanggal 5 April 2015

semangat bersama Parahita


terima kasih kepada ibu-ibu RW 10 Kelurahan Merjosari


Perkenalan Parahita oleh Ibu Lusia


mba Elvira dengan suasana penuh kelembutan berbagi tentang Lupus


Dirangkai dengan semangat menggelegar dari Ibu Sunarti menjelaskan tentang pengobatan, diet, dan bagaimana hidup bersama Si Luppy


dr. Dikara dengan penuh kesabaran mendampingi Parahita hari ini


Karena si lupy yang hobi bikin bingung... dengan testimoni dan sharing bersama sahabat odapus di Parahita alhamdulilkah semakin membuat ibu2 memahami apa itu lupus


Sesi tanya jawab


Ahaaa... terima kasih ibu-ibu Merjosari sudah bagi-bagi doorprize, dan salah satu perwakilan Parahita, Maharani Devi, mendapatkan 1 doorprize cantik :)


Bravo... tetap semangat... terima kasih untuk tim sukses hari ini

MINGGU CERIA, PARAHITA BERSAMA IBU-IBU PKK & KARANG TARUNA MERJOSARI

0 Silahkan Kirim Pertanyaan :

Posting Komentar